Telusuri

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Subliyanto,S.Pd.I

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallahu wallahu akbar, Allahu akbar walillaahil hamd. 

Alhamdulillaahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiih, kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardha. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sahbihi ajma’iin. Fayaa ‘ibaadallaah, uushiikum wa nafsii bitaqwallaah, faqad faazal muttaquun.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillaahil hamd.

Jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah, marilah kita senantiasa memanjatkan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan sehingga kita mampu menyelesaikan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh. 

Hari ini adalah momen kemenangan, hari di mana kita kembali kepada fitrah kesucian. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh-Nya dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal 'aidin wal fa izin. Kullu 'amin wa antum bikhair"

Esensi dari 'Idul Fitri adalah bahwasanya manusia kembali ke fitrahnya yaitu sebagai manusia yang suci, manusia yang bebas dari segala noda jika dirinya benar-benar melaksanan ibadah puasa dengan sempurna, berdasarkan iman, dan hanya mengharap keridhaan-Nya.

Dan pada momen 'Idul Fitri merupakan kesempatan untuk mempekokoh jalinan ukhuwah diantara kita. Ukhuwah merupakan bagian dari ajaran agama yang harus dan terus diamalkan dan dikampanyekan, sebagai wujud implementatif dari hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Karena dengan mempererat ukhuwah akan terwujud nuansa kehidupan yang indah. Hal ini sebagaimana telah Allah instrukasikan dalam firman-Nya :

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Al-Imrân :103)

Dari ayat di atas, dapat kita renungkan, betapa pentingnya jalinan ukhuwah antar sesama dalam kehidupan kita. Dan pada momen yang Fitri ini merupakan bagian dari peluang momental dalam mengamalkannya. Tentu tidak hanya terbatas pada momen ini, bisa dilanjutkan dan dirawat serta dijaga pada momen-momen selanjutnya.

Kekuatan ukhuwah diibaratkan oleh Rasulullah SAW. dengan sebuah bangunan, sebagaimana dalam sabdanya : "Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana bangunan, satu sama lain saling menguatkan. (Muttafaq 'Alaihi).

Dan diantara sikap ukhuwah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. adalah sebagaimana pesan yang beliau sampaikan dalam haditsnya :

"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini (Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali). Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain, haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. (HR. Muslim).

Maka terus menjalin ukhuwah, menjaga solidaritas dan soliditas di dalamnya merupakan tugas setiap manusia dalam menjalani roda hidup dan kehidupannya.

Semoga pada momen yang Fitri ini kita dapat mempekokoh jalinan ukhuwah diantara kita. Dengan harapan semoga nuansa kedamaian dalam kehidupan kita tercipta. Amin

Baarakallahu lii wa lakum fil qur’aanil ‘adhiim, wa nafa’anii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wadz dzikril hakiim. Wa taqabbala minnii wa minkum tilaawatahu innahu huwas samii’ul ‘aliim. 

Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaahal ‘adhiim lii wa lakum wa lisaairil muslimiina wal muslimaat fastaghfiruuhu, innahu huwal ghafuurur rahiim

======

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad. Ittaqullaha haqqa tuqatih, wala tamutunna illa wa antum muslimun.

Jamaah yang dirahmati Allah, marilah kita tutup rangkaian ibadah Ramadan ini dengan komitmen untuk tetap istiqamah. Jangan biarkan kesucian diri yang telah kita raih ternoda kembali oleh kemaksiatan. Jadikan hari raya ini sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan dengan tulus.

Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu'minina wal mu'minat, al-ahya-i minhum wal amwat.

Ya Allah, terimalah seluruh amal ibadah kami selama Ramadan. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa seluruh kaum muslimin. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang kembali suci (minal 'aidin) dan meraih kemenangan (wal faizin).

Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina 'adzabannar. Walhamdulillahi rabbil 'alamin.[]

Posting Komentar

0 Komentar