Sabtu, 08 Mei 2010

Hubungan Humas Pendidikan dengan Sekolah

A.Pendahuluan
Perkembangan pendidikan sudah semakin maju, itu ditandai dengan pendidikan yang semakin membaik, yang mampu meningkatkan kualitas diri, yang mampu meningkatkan kualitas bangsa, yang mampu dan bisa memberikan keunggulan dan kemampuan kepada peserta didik dalam mengembangkan potensi, kreasi. Maka itu semua tidak lepas dari pada semua komponen-komponen pendidikan yang mampu menjalankan peran masing-masing dengan sebaik-baiknya. Sebuah sistem yang baik maka akan menghasilkan proses yang baik dan hasil yang dicapai pun akan baik pula. Tentu semua itu tidak lepas dari pada peran humas dalam mensosialisasikan kepada masyarakat.

Di sinilah pentingnya dari pada sistem tersebut yang salah satunya adalah manajemen humas, bagaimana hubungan humas pendidikan mampu bersinergi dengan keberadaan sekolah sebagai sebuah institusi dalam pendidikan, hubungan yang diharapkan tentunya bagaimana dengan keberadaan humas komunikasi yang diharapkan anatara pelaku-pelaku pendidikan dengan pengguna jasa pendidikan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Berikut ini adalah penjelasan dari pada hubungan humas pendidikan dengan sekolah sebagai institusi pendidikan.


B. Alat komunikasi internal dan eksternal
Terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi dari pada humas pendidikan, adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara sekolah /lembaga pendidikan dengan segenap khalayak (kelompok dalam dunia pendidikan).1

Dari definisi di atas maka humas diharapkan secara terencana dan berkesinambungan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, jadi humas memiliki peran sebagai alat komunikasi bagi sekolah di dalam sebuah pendidikan.

Adapun humas sebagai alat komunikasi internal adalah, kegiatan humas internal lebih kepada membangun komunikasi dan distribusi informasi ke dalam personal di lembaganya. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Mengkomunikasikan dan memfasilitasi disposisi Kepala Sekolah yang
berhubungan dengan manajemen sekolah.
2. Mengkomunikasikan setiap aspirasi dari para guru, karyawan, maupun
siswa kepada pihak manajemen sekolah.
3. Menginformasikan kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen sekolah.
4. Menginventarisir potensi sumber daya manusia yang ada sesuai dengan
kompetensi profesi dan kompetensi umum untuk mengikuti seminar atau
pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas.
5. Menyelenggarakan rekreasi guru dan karyawan yang bertujuan untuk
refreshing, dengan harapan akan terhindar dari jebakan kejenuhan rutinitas
kerja.2

Lebih lanjut komunikasi internal bagi humas di sekolah ada tiga macam. Yang pertama adalah alat komunikasi kebawah (downward communication), yakni dari pihak manajemen atau pemimpin kepada bawahan atau karyawan, yang kedua adalah komunikasi ke atas (upward communication), yaitu dari pegawai ke pihak manajemen atau kepad pimpinan, yang ketiga adalah komunikasi sejajar (sideways communication), yaitu komunikasi yang berlangsung antar pegawai atau antara sesama pegawai.3

Tingkat efektivitas dari pada humas internal sangat dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu:4
1. keterbukaan pihak manaj emen,
2. kesadaran dan pengakuan pihak manajemen akan nilai dan arti penting
komunikasi dengan para pegawai, dan
3. keberadaan seorang manajer komunikasi (manajer humas) yang tidak
hanya ahli dan berpengalaman, tetapi juga didukung oleh sumber-sumber
daya teknis yang modern.

Sebagai alat komunikasi, maka sangat diperlukan alat dalam menyampaikan informasi tersebut, semakin bervariasinya alat komunikasi maka semakin mudah cara kerja dari pada humas, namun pemilihan alat bantu komunikasi haruslah dipilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Diantara media alat bantu komunikasi yang dapat digunakan antara lain: juraal internal, papan pengumuman, jaringan telepon internal, kotak saran, obrolan langsung, dan Iain-lain.

Adapun sebagai alat komunikasi eksternal adalah humas berhubungan dengan pihak-pihak yang masih ada hubungan dengan pendidikan, secara sederhana humas berinteraksi dengan khalayak pendidikan yaitu, komite sekolah, pemerintah, wali murid, institusi luar, perusahaan, bisa juga LSM, dan juga media dan wartawan yang mengaku peduli terhadap kemajuan pendidikan. Oleh sebab itu tugas dari pada humas sekolah sebagai alat komunikasi eksternal antara lain:5

1. Memfasilitasi kegiatan Komite Sekolah
2. Menjalin komunikasi dengan para orang tua siswa.
3. Menjalin hubungan dengan sekolah-sekolah yang lain.
4. Memperluas hubungan dengan sekolah-sekolah dalam rangka mempererat
kerja sama antar sekolah.
5. Menjalin kerjasama dengan instansi/lembaga lain yang terkait dengan
pendidikan.
6. Mengembangkan hubungan yang harmonis dengan dinas-dinas terkait
terutama lembaga struktural Dinas Pendidikan, baik Tingkat Kota maupun
Propinsi.
7. Melakukan komunikasi secara berkala dengan lembaga-lembaga media
massa, wartawan, dalam skala lokal dan nasional.
Media yang dapat digunakan humas sebagai alat bantu komunikasi eksternal antara lain: jurnal eksternal, radio, televisi, literatur edukatif
majalah, surat kabar), komunikasi lisan, pameran, seminar dan konferensi, sponsor.6
Baik ke dalam maupun ke luar, humas memiliki fungsi yang sama; bagaimana membangun hubungan komunikasi dan persepsi positif kepada stakeholders pendidikan dari negatif menjadi positif. Semula dari sikap antipati menjadi simpati, sikap kecurigaan berubah penerimaan, dari masa bodoh bergeser pada minat dan dari sikap lalai menjadi pengertian.7
C. Alat sosialisasi program sekolah
Humas di sini memiliki fungsi sebagai jembatan informasi kepada pihak-pihak terkait mengenai program-program apa saja yang akan dilaksanakan oleh sekolah. Sekolah sebagai produsen penghasil sumber daya manusia yang kompeten harus memiliki program-program yang bisa menghantarkan siswa-siswa seperti apa yang diharapkan bersama

Peran dari pada humas sebagai alat sosialisasi adalah agar semua pihak mengetahui program apa saja dilaksanakan sekolah, kepada siapa kemudian humas mengkomunikasikan dari pada program-program sekolah, yaitu antara lain:
1. kepada pihak yayasan, jika sekolah tersebut berada di bawah yayasan.
2. kepada guru, karyawan, siswa sebagai masyarakat internal dari pada
lembaga sekolah
3. kepada pihak-pihak yang terkait dengan sekolah tersebut, misalnya,
komite sekolah, wali murid, pemerintah, perusahaan, dan stake holder
terkait.

Hal ini sebagai bentuk perwujudan sekolah sebagai lembaga sosial yang ada di masyarakat dari dan untuk masyarakat, oleh karena itu wajib masyarakat mengetahui program-program apa saja yang dilaksanakan di lembaga sekolah karena ketika nanti sudah menyelesaikan pendidikan maka mereka akan kembali ke masyarakat.
Sekolah perlu banyak memberi informasi kepada masyarakat tentang program-program dan problem-problem yang dihadapi, agar masyarakat mengetahui dan memahami masalah-masalah yang dihadapi sekolah. Dari pemahaman dan pengertian ini dapat diharapkan adanya umpan balik yang sangat berguna bagi pengembangan program sekolah lebih lanjut dan diharapkan pula tumbuhnya rasa simpati masyarakat terhadap program-program sekolah, yang dapat mengundang partisipasi yang aktif masyarkat.
D. Alat klarifikasi sekolah
Hubungan humas pendidikan selanjutnya dengan sekolah adalah sebagai alat klarifikasi sekolah kepada khalayak pendidikan, atau stake holder terkait.hal ini bisa menjadi alat klarifikasi internal dan eksternal sekolah. Kegiatan humas di sini dimaksudkan untuk menciptakan suatu pengertian, sikap, dan tanggapan yang lebih baik dari masyarakat sekolah terhadap program, kebijakan, tata tertib sekolah. tujuan dari pada sistem ini adalah memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada khalayak internal sekolah.

Artinya bahwa, humas berupaya menciptakan sebuah suasana positif mengenai sekolah, ini dimaksudkan agar ada kepercayaan dari guru, karyawan dan murid-murid sehingga proses pendidikan bisa berjalan dengan baik. Karena humas senantiasa dihadapkan pada tantangan dan harus menangani berbagai macam fakta yang sebenaraya, terlepas dari apakah fakta tersebut hitam, putih, atau abu-abu. Perkembangan komunikasi tidak memungkinkan lagi bagi suatu organisasi untuk menutup-nutupi suatu fakta. Oleh karena itu sangat penting peran humas sebagai alat klarifikasi sekolah memberikan pemahaman-pemahaman yang benar terkait apa yang terjadi di lembaga sekolah.9

Jadi bisa dikatakan ini adalah proses transfer dalam humas untuk menjadikan keberadaan lembaga sekolah yang sebelumnya negatif menjadi positif, yang sebelumnya masyarakat antipati menjadi simpati, yang dulunya ada kecurigaan menjadi penerimaan, masa bodoh menjadi minat, yang dulunya lalai menjadi pengertian.
E. Jejaring Sekolah
Jejaring adalah merupakan sebuah struktur wadah untuk mensinergikan potensi informasi, pengetahuan dan komunikasi antar pemangku kepentingan (stakeholder) dalam kerjasama yang memberikan manfaat kepada semua pihak.10
Adapun ciri-ciri Jejaring sekolah yaitu:11
a. adanya tujuan dan kepentingan dan kerja sama yang hampir mirip.
b. Adanya keinginan untuk berbagi sumber daya dan keahlian untuk
menyelesaikan permasalahan bersama.
c. Adanya keinginan untuk saling menambah sesuatu yang saling
bermanfaat
d. Adanya hubungan timbal balik
e. Adanya semangat untuk bekerja sama dengan lembaga sejawat atau
organisasi lain sebagai partnership

0 komentar: