Rabu, 09 Juni 2010

Subyek Penelitian dan Responden Penelitian

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Untuk mengetahui sesuatu yang masih asing dan sama sekali baru, seorang peneliti dapat diumpamakan seperti orang baru yang baru saja tiba dikota atau negara baru. Semuanya tampak asing, mau pergi kemana tidak tahu letaknya, padahal mungkin jaraknya dekat dan banyak kendaraan seperti taksi, bus, becak, dan sepeda tetapi tidak tahu menggunakan kendaraan atau alat transfortasi yang ada. Banyak dan sering dijumpai orang-orang lewat disekitarnya, mau bertanya juga kurang berani karena mungkin beda budaya, beda kepentingan, dan mengganggu kesibukan orang lain dengan orang-orang yang ada disekitar tempat tersebut. Banyak kenalan ditempat tinggal yang lama tetapi jauh tempat tinggalnya dan tidak tahu nomor telepon untuk menghubunginya. Orang lain juga disekitarnya juga menganggap asing pula terhadap dia. Dia memerlukan bantuan agar dapat memecahkan masalah keterasingannya tersebut. Tetapi siapa dan kemana agar memperoleh bantuan yang berarti?
Untuk dapat memecahkan masalah tersebut kita harus mengetahui ilmu atau metodologinya, dalam makalah ini akan kita bahas tentang komponen atau langkah awal penelitian yaitu menentukan subjek penelitian dan responden penelitian, karena apabila kita ingin meneliti sesuatu terlebih dahulu kita menentukan subjeknya kalau kita sudah menentukan subjeknya maka kita memperoleh jawaban terhadap apa yang akan kita teliti disebut responden
B. Rumusan Masalah
Supaya kita lebih mengetahui dan memahaminya maka kita perlu membuat rangkaian-rangkaian permasalahan seperti dibawah ini :
1. pengertian tentang subjek dan responden penelitian?
2. contoh subjek penelitian dan responden penelitian?
3.Menentukan subjek penelitian?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Subyek Penelitian dan Responden Penelitian
Dalam kamus bahasa Indonesia subyek ialah : pokok kalimat; orang yang dipakai untuk percobaan. Jadi subyek penelitian dapat di defenisikan yaitu :
Subjek penelitian adalah sesuatu, baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi), yang sifat-keadaannya (“attribut”-nya) akan diteliti. Dengan kata lain subjek penelitian adalah sesuatu yang di dalam dirinya melekat atau terkandung objek penelitian. Dalam bukunya Suharsimi Arikunto (Manajemen Penelitian) Subjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Jika kita bicara tentang subjek penelitian, sebetulnya kita berbicara tentang unit analisis, yaitu subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti.
Responden dalam kamus bahasa Indonesia adalah yang dituntut; juru jawab; perhatian jadi responden penelitian dapat di defenisikan yaitu Responden penelitian adalah seseorang (karena lazimnya berupa orang) yang diminta untuk memberikan respon (jawaban) terhadap pertanyaan-pertanyaan (langsung atau tidak langsung, lisan atau tertulis ataupun berupa perbuatan) yang diajukan oleh peneliti. Dalam hal penelitian dilakukan dengan menggunakan tes, maka “responden” penelitian ini menjadi “testee” (yang dites). Responden penelitian bisa subjek penelitian, bisa orang lain.
Responden dari kata asal ”respon” atau penanggap, yaitu orang yang menanggapi. Dalam penelitian, responden adalah orang yang diminta memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat. Keterangan tersebut dapat disampaikan dalam bentuk tulisan, yaitu ketika mengisi angket, atau lisan, ketika menjawab wawancara


B. Contoh Subjek Penelitian dan Responden Penelitian
Dari pengertian diatas dapat kita buat sebuah contoh penelitian sebagai berikut:
“hubungan antara kelengkapan alat laboratorium dengan prestasi belajar IPA SMA”
untuk mencari jawaban atas problematika tersebut peneliti perlu merinci terlebih dahulu problematika yang diajukan.
Variabel pertama : kelengkapan alat laboratorium
Variabel kedua : prestasi belajar IPA siswa SMA
Variabel Utuh : hubungan antara kelengkapan alat laboratorium dengan prestasi belajar
IPA siswa SMA
Untuk memperoleh data penelitian, didefenisikan terlebih dahulu subjek penelitian dan responden penelitian
1. Subjek penelitian :
a. Untuk variable pertama : laboratorium
b. Untuk variable kedua : siswa SMA
2. responden penelitian : kepala laboratorium, laboran, guru IPA, siswa SMA
contoh lain misalnya permasalahan penelitian sebagai berikut :
“Relevansi Antara Isi Buku paket GBPP”
Jika dicermati, variabel yang terkandung dalam topik adalah:
Variabel pertama : isi buku paket
Variabel kedua : materi GBPP
Variabel utuh : hubungan antara isi buku paket dengan materi GBPP
1. subyek penelitian
a. untuk variabel pertama : buku paket
b. untuik variabel kedua : buku GBPP
2. responden (untuk dua variabel sekali gus) : guru bidang studi yang diselidiki relevansinya.

C. Menentukan Subjek Penelitian
Pada waktu (calon) peneliti merasakan adanya sesuatu yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian, yang dengan kata lain (calon) peneliti tersebut mempunyai suatu problematika, mungkin sekali bahwa sudah sekaligus terpikirkan olehnya problematika tersebut ada pada siapa atau untuk subjek yang mana, kelompok tertentu atau subjek pada umumnya, dan lain sebagainya. Namun sebaliknya mungkin calon peneliti tersebut masih belum menentukan lebih jauh problematika yang dipikirkan itu untuk subjek mana. Dalam keadaan seperti myang kedua calon peneliti perlu membuat pertanyaan lebih jauh tentang subjek bersangkutan dengan problematika tersebut.
Contoh:
Seorang (calon) peneliti mempunyai pertanyaan demikian:
“apakah pemberian pekerjaan rumah setiap hari menyebabkan siswa menjadi benci pada pelajarannya?”
Pertanyaan tersebut dapat juga dirumuskan dalam bentuk problematika sebagai berikut:
“Apakah pemberian PR berpengaruh terhadap tingkat kebencian siswa terhadap pelajaran?”
Apabila problematika hanya seperti tersebut masih terlalu umum, maka orang lain dapat mengajukan pertanyaan:
“pekerjaan rumah untuk siswa tingkat sekolah apa ?”
Mungkin jawabannya : “siswa sekolah dasar”.
Jika sudah diketahui tingkat sekolahnya, dilanjutkan dengan pertanyaan berikutnya:
“di sekolah dasar kelas berapa ?”
Mungkin jawabannya : kelas II”.
Dengan mengkombinasikan problematika dengan pertanyaan dan jawaban yang di contohkan, (calon) peneliti dapat mengambil permasalahan yang terarah sehingga pemecahannya menjadi lebih jelas.
Biasanya pada waktu (calon) peneliti merasakan adanya problematika, sekaligus sudah terpikirkan dengan spesifik pada siapakah problematika tersebut. Jadi (calon) peneliti sudah berpikir tentang problematika secara khusus :
“apakah memberikan pekerjaan rumah pelajara IPA setiap hari kepada siswa kelas II menyebabkan siswa menjadi benci pada pelajarannya”.
Berpijak pada contoh problematika tersebut kemudian (calon) peneliti berpikir tentang bagaimana mencari data dan dari mana mencari atau dari siapa data tersebut dapat diperoleh. Untuk topik di atas, (calon) peneliti memerlukan informasi tentang variable penelitian yakni hubungan antara pemberian PR pelajaran IPA setiap hari dengan rasa benci siswa kelas II terhadap pelajaran tersebut. Dari manakah informasi mungkin diperoleh?
1. Dapatkah dari siswa yang bersangkutan?
2. Dapatkah dari guru IPA yang mengajar?
3. Dapatkah dari kepala sekolah?
4. Dapatkah dari orang tuanya?
Jawaban-jawaba dari pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan pada pihak yang dapat menunjukkan informasi yang diperlukan dalam penelitian. Pihak-pihak ini dinamakan responden penelitian. Apakah ada perbedaan antara subjek dengan responden penelitian? Tentu jawabannya adalah ada perbedaan antara subjek penelitian dengan responden penelitian.
BAB III
KESIMPULAN
Subjek penelitian dan responden penelitian merupakan dua hal yang mempunyai pengertian berbeda-beda. Subjek penelitian adalah benda, hal atau orang tempat variabel penelitian melekat, Subjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Jika kita bicara tentang subjek penelitian, sebetulnya kita berbicara tentang unit analisis, yaitu subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti.
Responden adalah orang yang dapat memberikan jawaban atau keterangan tentang variabel, Responden dari kata asal ”respon” atau penanggap, yaitu orang yang menanggapi. Dalam penelitian, responden adalah orang yang diminta memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat. Keterangan tersebut dapat disampaikan dalam bentuk tulisan, yaitu ketika mengisi angket, atau lisan, ketika menjawab wawancara


0 komentar: