Sabtu, 17 April 2010

Puisi Sufi Juftazani *

Cinta Dan Kesetiaan

disore berkabut
wajahmu hilang
dan garis-garis malam
berebut menyelimuti temaram
waktu bagai perahu
kian menjauh di lautan bisu
ombak berdebur
hanya mengisahkan senja yang gelisah
tatkala burung walet menggoreskan garis kelam
di kanvas malam

dingin membekukan hatiku
ikan-ikan beranjak dari kedalaman waktu
mencari hangatnya kehidupan
yang di bawa nelayan
o wajahmu tak berbekas lagi
sirna ditepis embun pagi
aku terus menunngu sendiri
entah sampai kapan
munkin ketika tahajudku tinggal kenangan
dan rindu semakin mendekati
garis percumbuan
mengenang bibirku mengecupku
penuh cinta dan kesetiaan
air mata berderai
menyambut panggilanmu
untuk kembali
dan menari


*Penyair, eseis, dan cerpenis yang lahir di Pekanbaru pada 11 November 1960


Kepasrahan

larut jiwaku
bagai kabut bersimpuh diterpa cahaya
engkau angkuh !
aku ringkih
kuselimuti diriku
dengan kelembutan doa
walau hampa tanpa makna
terimalah aku di lading-ladang cahayamu

larut sukmaku
bencana membenmkan ruhku ke rawa-rawa
diperbatasan sunyi kurenungi hari
yang tak mampu kugenggam lagi
dan langitmu terkuak mencemaskanku
lalu kau renggut diriku
bagai tikus di terkam kucing
dan pintu langit kau tutup kembali

dalam sunyi
kau tak menyisakan dialog
kau hanya seorang gerilya yang mendeteksi segala gerk gerikku
kekasihku
aku hanya bisa pasrah kepadamu
apakah engkau akan memperangkapku
atau memelukku kembali seprti dulu


*Penyair, eseis, dan cerpenis yang lahir di Pekanbaru pada 11 November 1960


0 komentar: